JAKARTA – Rapat Kerja Nasional Gereja Bethel Indonesia (Rakernas GBI) tahun 2026 hanya oleh anugerah Tuhan Yesus Kristus bisa berlangsung dengan baik di Graha Bethel, Jakarta, pada Selasa-Rabu (20-21 Januari 2026).
Rakernas dihadiri oleh sekitar 130 orang pemimpin umat GBI se-Indonesia ini, terdiri atas Staff Lengkap Badan Pengurus Pusat GBI serta para Ketua dan Sekretaris Badan Pekerja Daerah GBI. Tampak suasana damai dan sukacita terpancar dari seluruh peserta yang hadir.

Pembukaan Rakernas – Ketum: Revival Sering Terjadi di Masa Goncangan
Rakernas diawali dengan pujian penyembahan dan sambutan Ketua Umum BPP GBI kemudian prosesi menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Lagu Hymne GBI dan mengikrarkan Pengakuan Iman GBI oleh seluruh peserta Rakernas.
Selanjutnya, Ibadah Pembukaan Rakernas menampilkan pembicara, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham selaku Ketua Umum BPP GBI. Dalam khotbahnya yang terambil dari nats Alkitab, Kisah Para Rasul 2:17-21 dengan mengusung tema “Pemimpin Berintegritas yang Merindukan Revival”, Ketum ingin menekankan pentingnya umat berdoa agar terjadi revival. Menurutnya, revival tidak hanya terjadi di gereja, tetapi di jalan-jalan, rumah-rumah sakit, dll. Nabi Yoel menubuatkan akan ada hujan awal dan akhir.
Pdt. Rubin mengajak semua hamba Tuhan dan umat untuk bersungguh-sungguh berdoa agar hujan akhir melawat semua orang. Menurutnya, Kristus harus tinggal di Surga sampai pemulihan segala sesuatu. Berarti, Kristus segera datang namun belum, karena harus didahului dengan the great revival yang melanda seluruh dunia, baru Tuhan datang. Dan, revival sering terjadi di masa goncangan. Goncangan jika disikapi dengan benar, akan terjadi tuaian jiwa. Hanya satu yang tidak akan tergoncang yaitu Kerajaan Allah.
Melihat kondisi dunia saat ini, Pdt. Rubin menegaskan bahwa, bangsa-bangsa sedang mengalami goncangan dan sudah sangat dekat dengan Perang Dunia III. Untuk itu, mata hati kita harus melihat tanda-tanda yang Tuhan tunjukan. Kita masih berada di masa belas kasihan Tuhan. Indonesia sendiri tidak dalam kondisi baik-baik saja namun sedang berada di ujung tanduk. Kita harus berdoa mohon belas kasih Tuhan. Contoh, bencana di Sumatra belum lama ini bukan karena pembalakan liar tetapi pemusnahan manusia, demi keuntungan ekonomi tetapi menghancurkan ekologi. Pdt. Rubin mengajak agar semua hamba Tuhan di Indonesia supaya bersuara keras soal ini! Ia juga prihatin dengan kondisi Papua.
Menurutnya, saat ini para hamba Tuhan bukan hanya berkhotbah tentang berkat tetapi tentang perbaikan ekologi yang mengancam kelangsungan hidup manusia. Untuk menjaga bumi dan mengurangi sampah plastik, Sinode GBI telah melakukan langkah konkrit di lingkungan kantor sinode dengan menggunakan tumbler minuman dan menyerukan agar semua umat GBI menggunakan tumbler sebagai pengganti botol kemasan plastik.
Di akhir khotbah Ketum menegaskan bahwa, “Hanya intervensi ilahi yang bisa menyelamatkan dunia dari kerakusan dunia. Indonesia ada di mata Tuhan. Saya percaya itu ada di pundak kita untuk meminta kepada Allah agar revival terjadi,” ujarnya.



Soft Opening Museum Pentakosta
Di tengah pembukaan Rakernas, Ketua Umum BPP GBI selesai memberikan sambutannya mengajak seluruh peserta berkeliling untuk melihat Museum Pentosta yang terletak di lt. 2 Graha Bethel, Jakarta dan saat itu juga dilakukan Soft Opening museum.
Menurut Ketum, museum dibangun agar para generasi muda GBI saat ini dan di masa yang akan datang selain mereka bisa mengerti sejarah GBI tetapi juga bisa mengenal para hamba Tuhan GBI yang telah berjuang mendirikan Gereja Bethel Indonesia.
Museum selain akan diisi dengan benda-benda bersejarah, juga terdapat data-data sejarah GBI dengan format modern. “Museum akan diisi dengan teknologi masa kini yang menggunakan LED Projector, dll. juga saya berharap kita bisa melihat sejarah GBI yang di dalamnya bekerja sama dengan COG, dsb,” ujar Ketum.
Lebih jauh menurut Ketum, museum tersebut juga berisi sejarah Pentakosta dari loteng Yerusalem hingga gerakan-gerakan Allah di Amerika, Indonesia dan masuknya gerakan tersebut pada thn. 1921 ke Indonesia, hingga GBI muncul/berdiri di Indonesia thn. 1970.




Sesi-sesi Rakernas GBI
Rakernas GBI kali ini diisi dengan pengarahan dari BPP GBI mengenai surat-menyurat, penjelasan Gembala Purnalayan dan Emeritus, hubungan jemaat induk dengan cabang dan ranting, pencalonan pejabat, diklat, pendataan jemaat dan pejabat, prinsip dasar ISO, administrasi dan laporan keuangan, pemanfaatan asset dan kantor GB serta penggabungan. Juga tak kalah menarik peserta disajikan sesi-sesi pembekalan sebagai pemimpin Rohani, seperti sesi Leadership dan Alpha Course.
Di akhir Rakernas sesuai dengan tema GBI “Pemimpin Berintegritas yang Merindukan Revival” maka Ketua Umum BPP GBI memberikan doa impartasi bagi semua peserta sebagai pemimpin-pemimpin umat GBI yang membawa api Tuhan ke seluruh dunia. (deb)






