JAKARTA – Sidang Majelis Daerah Khusus (SMDK) Gembala BPD GBI Surabaya berlangsung di Bess Resort Convention Lawang, Malang, Jawa Timur pada Senin-Rabu (2-4/3) lalu.
Sidang selain dihadiri oleh 71 hamba Tuhan GBI Surabaya yang berstatus gembala GBI (dari 105 gembala), juga tampak petinggi Sinode GBI seperti, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham selaku Ketua Umum (Ketum), Pdt. Dr. Naftali Untung, Sekretaris II, serta Majelis Pembina GBI, Pdt. Dr. Sudhi Dharma.

Ketum dalam khotbahnya di pembukaan sidang, menyampaikan pentingnya gereja mengalami revival, yang dimulai dari para pemimpin umat dan harus dikobarkan ke tengah jemaat hingga ke masyarakat.
Ketum juga mengisi sesi pembinaan yang mengangkat tema “Teologia Kapita Selekta”. Ketum mengangkat beberapa point penting seperti;
(1) Peran gereja dalam membangun ekologi dunia dan pendekatan ekoteologi (menjaga alam sebagai ibadah);
(2) Bidang kekerasan pada anak;
(3) Tanda akhir zaman berkaitan dengan berbagai kejadian yang terjadi pada minggu-minggu ini.
Sementara itu, Pdt. Naftali Untung tampil sebagai Ketua MK SMDK sekaligus menyampaikan materi pembinaan mengenai pemimpin yang berintegritas dan sosialisasi pedoman purnalayan dan emeritus dalam GBI.
Peserta SMDK juga disajikan beberapa nasihat penting dari Pdt. Dr. Ec. M. Sudhi Dharma selaku Majelis Pembina (MP) GBI. Menurutnya, pemimpin GBI harus memiliki semangat dan integritas yang baik dalam melayani Tuhan.
Sidang selain diisi dengan laporan kerja BPD GBI Surabaya juga menghasilkan keputusan penting mengenai laporan kerja dan anggaran yang akan dikerjakan pada tahun 2026 ini.


Di hari terakhir, sidang diisi dengan ibadah penutup dan sesi pembinaan yang berkaitan dengan hukum (penanganan asset gereja) serta penutupan sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua BPD GBI Surabaya, Pdt. Dr. Daniel J. Tanudjaja, S.Psi., M.Th. (deb/nu)
