ALLAH MENJAMIN NAIK BUKAN TURUN
  • Post category:Artikel

Pdt. Joel Manalu, M.Th

Bacaan: Ulangan 28:1-14

Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan ekor, engka akan tetap naik dan bukan turun (Ulangan 28:13)

Rancangan Tuhan bagi orang-orang yang percaya kepadaNya ialah menjadikan mereka kepala bukan ekor, membuat mereka naik bukan turun. Rancangan ini pada dasarnya dilakukan bukan karena sesuatu yang diperbuat manusia, melainkan murni gagasanNya. Namun demikian hal ini tidak terjadi dengan sendirinya melainkan harus melakukan prasyarat yang ditentukan Tuhan sendiri. Dalam Ulangan 28:1, disebukan “ Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan Allahmu dan melakukan dengan setia segala perintah yang kusampaikan kepadamu…”. Kalimat ini jelas merupakan catatan dan petunjuk bagaimana anak-anak Tuhan mendapatkan janji dan jaminan Tuhan untuk naik dan bukan turun. Teks ini memberikan beberapa ketentuan Allah yang harus dilakukan agar jaminan hidup yang naik bukan turun, menjadi kepala bukan ekor dapat diraih anak-anak Tuhan.  Hal-hal yang harus dilakukan:

Pertama, Mendengarkan suara Tuhan (Ulangan 28:1, 13). Mendengarkan suara Tuhan artinya memberi telinga akan perintahNya, sehingga apa saja yang difirmankan Tuhan diterima oleh anak-anakNya. Pada prinsipnya orang yang mendengar firman Tuhan memiliki kepekaan akan suara Tuhan, dengan demikian pribadi yang demikian mengerti dan memahami maksud dan keinginan Tuhan. Ketika seseorang menjadikan mendengarkan suara Tuhan sebagai kesukaannya dapat dipastikan janji dan jaminan Tuhan bagi hidup ini niscaya digenapi. Kedua, Melakukan dengan setia perintah Tuhan (Ulangan 28:1, 13). Langkah kedua untuk menerima jaminan Tuhan “naik bukan turun” adalah melakukan perintah Tuhan dengan setia. Ada tuntutan kehidupan yang setia secara terus menerus agar hidup ini diberkati oleh Tuhan. Ketundukan dan ketaatan disini utamanya melakukan firman Tuhan. Orang-orang yang setia kepada Tuhan tidak akan pernah dikecewakan Tuhan, mereka niscaya menerima janji Tuhan yakni diangkat naik bukan turun, menjadi kepada dan bukan ekor. Ketiga, Tidak mengikuti allah lain (Ulangan 28:14). Syarat ketiga untuk naik dan bukan turun yakni tidak menjadi pembelot, alias jangan menduakan Tuhan Allah dengan mengikuti allah lain. Ini berarti dimata Tuhan tidak boleh ada keyakinan dan kepercayaan lain, selain kepada Dia. Dialah satu-satunya menjadi pusat iman dan keyakinan kita, tidak ada yang lain. Dengan catatan ini sesungguhnya Tuhan inginkan semua kita setia selama-lamanyaadalah kesetiaan yang abadi kepadaNya. Allah menjamin setiap langkah-langkah kehidupan ki kepada Dia.

Jaminan Allah membawa kita naik bukan turun, menjadi kepala dan bukan ekor pada prinsipnya dapat dimaknai dengan beberapa pemahaman rohani, yakni Allah merancangkan kehidupan ini memiliki kapasitas yang besar dan mampu mengerjakan perkara-perkara yang besar. Allah tidak tertarik dengan perkara-perkara yang biasa, Ia hanya tertarik dan menggaransi perkara besar, sebab itu orang-orang percaya diangkat naik bukan turun. Lebih jauh lagi yang Tuhan janjikan naik bukan turun, hendak menggambarkan bahwa Dia melipatgandakan keadaan kita jauh lebih besar dari posisi awal kehidupan ini. Maksudnya bahwa setiap orang-orang yang percaya niscaya akan mengalami bagaimana Tuhan membuat hidup ini berlipatganda dalam berbagai hal, termasuk dalam pencapaian-pencapaian kehidupan ekonomi, keluarga, kesejahteraan, dll. Jika kita mengerti dan memahami apa yang hendak Tuhan kerjakan melalui dan di dalam kehidupan kita, bukankah kita harusnya sadar bahwa Tuhan menggaransi hidup ini akan semakin maksimal? Itulah sebabnya janjiNya kita diangkat naik bukan turun!

Tuhan merancangkan kehidupan orang percaya selalu naik bukan turun!

Bahan Pendalaman:

  1. Apakah yang dapat membuat setiap orang percaya menerima rancangan Allah naik bukan turun?
  2. Bagaimana proses yang dihadapi oleh setiap anak-anak Tuhan untuk mengalami kehidupan yang naik bukan turun?