INJIL YANG MENAKUTKAN
  • Post category:Artikel

Pdm. Hiruniko Ruben

Bacaan: Kisah Para Rasul 24:24-26

“Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata: ‘cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau.” (Kisah Para Rasul 24:25)

Perikop ini bercerita tentang keadaan ketika Paulus diperhadapkan dengan persidangannya. Yang menarik adalah ketika wali negeri Feliks tertarik dengan Injil, dan ketika Injil kemudian diberitakan oleh Paulus dengan segala kebenarannya, Feliks menjadi takut. Injil seharusnya menjadi kabar gembira bagi setiap orang. Demikian juga dengan orang kristen akhir-akhir ini, beberapa dari mereka takut mendengarkan injil/ firman Tuhan. Gereja yang memberitakan prinsip firman Tuhan dengan penuh integritas, apa adanya dan murni menjadi tidak populer. Sedangkan gereja yang menyajikan khotbah yang lucu, motivasi, berkat kemakmuran dan kemudahan hidup menjadi sangat populer. Banyak orang kristen merasa terganggu jiwanya ketika mendengarkan injil yang menyatakan kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, mengapa demikian:

  1. Merasa tidak perlu berubah. Inti dari kekristenan sesungguhnya adalah perubahan hidup (Roma 12:2). Siapa saja yang mengalami perjumpaan dengan Kristus pasti mengalami perubahan hidup. Injil mengubah hidup orang menjadi serupa Kristus. Feliks adalah wali negri yang pintar, kebijakannya mensejahterakan negri. Tetapi ketika dia mendengar keseluruhan Injil, dia menjadi takut. Ketakutan ini bukan berangkat dari berita Injil yang mengintimidasi, melainkan dari kemapanan dirinya yang sulit untuk berubah. Oleh sebab itu, pastikan dirimu tidak anti perubahan, agar Kristus dapat memulihkan dan mengubah hidupmu.
  2. Injil tidak dihidupi. Dengan kekuatan media yang sangat canggih, sesungguhnya orang kristen tidak kurang pemberitaan Firman Tuhan. Namun yang menjadi masalah adalah ketika injil itu hanya sebagai berita saja, tetapi tidak dihidupi. Feliks sangat kagum dengan kepercayaan Paulus terhadap Kristus (Ayat 24), bagaimana penderitaan Paulus karena Kristus dan bahkan dia tahu benar-benar akan Jalan Tuhan (ayat 22). Tetapi ketika menghadapi kebenaran bahwa kebenaran hanya dalam Kristus dan ada penghakiman bagi orang tidak percaya, membuat Feliks takut, karena belum menghidupi Injil. Sekedar tau tidaklah cukup bagi orang kristen, tetapi kita juga harus menghidupi Injil. Injil menjadi berkuasa ketika disampaikan orang yang sudah menghidupinya.
  3. Motivasi yang salah. Feliks sering memanggil Paulus untuk datang kepadanya, tetapi karena berharap Paulus memberikan uang (ayat 26). Itulah sebabnya ketika Paulus datang dan memberitakan Injil dengan sungguh, Feliks menjadi takut dan menghindar. Sikap ini terjadi karena motivasinya bukanlah kebenaran melainkan uang. Injil tidak akan mengubahkan dan hanya akan menjadi penghibur telinga dan sebuah pertunjukan belaka jika anda datang mendengar dengan motivasi yang salah. Yang seharusnya menjadi tugas gereja adalah meluruskan motivasi jemaat yang mendengar, bukan mengubah Injil menjadi sekedar hiburan. Paulus dengan penuh integritas tetap memberitakan Injil yang murni, walaupun dia tahu bahwa motivasi dari Feliks salah. Kita harus belajar demikian, memberitakan Injil dengan penuh integritas, dan membuang segala motivasi yang salah.

Karena itu, mari belajar untuk berubah, hidupi Injil dan buang motivasi yang salah ketika mencari Tuhan. Jangan lagi menghindar dari pemberitaan Firman Tuhan, karena ibadah itu penting bagi jiwa dan rohani kita (1 Tim. 4:8)

“Injil membawa sukacita bagi orang yang ingin berubah”

Bahan pendalaman:

  1. Apa yang membuat Feliks menjadi Takut?
  2. Bagaimana seharusnya motivasi kita dalam mencari Tuhan?