You are currently viewing TIDAK TAUKAH KAMU?
  • Post category:Artikel

TIDAK TAHUKAH KAMU?

“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu” – (1Korintus 3:16)

Pada mulanya Allah menciptakan manusia sebagai puncak dari karya penciptaan-Nya. Sejak awal manusia diciptakan secara istimewa. Kalau semua ciptaan yang lain diciptakan Allah hanya melalui firman-Nya tapi berbeda halnya saat Dia menciptakan manusia. Alkitab mencatat Allah menciptakan tubuh manusia dengan tangan-Nya sendiri dan kemudian menghembuskan nafas-Nya kepada sosok ciptaan-Nya tersebut. Dengan demikian manusia menjadi makhluk yang hidup yang diciptakan melalui tangan Allah sendiri juga mewarisi napas kehidupan dari Allah sendiri. Itulah yang menjadikan manusia tercipta segambar dan serupa dengan Allah. Dengan demikian manusia diciptakan istimewa, sejak semula kita dirancang dan diciptakan dengan sempurna. Karena mewarisi napas Tuhan maka secara otomatis tubuh kita sejak semula adalah Bait Allah, tempat bersemayamnya Roh Allah.

Namun ketika manusia jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah semuanya berubah, yang awalnya tubuh kita diciptakan untuk memuliakan Sang Pencipta kemudian menjadi tubuh yang mengakomodir semua dosa. Manusia memakai tubuhnya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu dan hasrat dosanya. Sejak zaman dulu, perbuatan manusia yang hidup di dalam dosa secara garis besarnya masih sama. Manusia memakai tubuhnya untuk memuaskan kedagingan mereka seperti perzinahan, seks bebas, mabuk-mabukan, korupsi, membunuh dan bermacam-macam perbuatan amoral lainnya, zaman berganti tetapi dosa manusia tetap sama. Semua itu terjadi karena manusia tidak memahami konsep penciptaan itu sendiri, tidak memahami untuk apa tujuannya diciptakan. Karenanya mereka tidak menjaga tubuhnya dan hidup seenaknya memuaskan hawa nafsunya, kalau kita hidup seperti itu lalu apa bedanya kita dengan binatang.

Sebagai orang percaya, adalah sebuah kasih karunia kalau kita boleh memahami esensi dari penciptaan, bagaimana kita diciptakan, untuk apa kita diciptakan, dan apa yang harus kita lakukan agar tubuh kita kembali ke hakikatnya yaitu sebagai Bait Allah. Tentunya setelah kita memahami bagaimana kita diciptakan dan bagaimana kita harus hidup sebagai Bait Allah yang hidup akan ada konsekuensi. Konsekuensinya adalah jangan lagi memakai tubuh kita hanya sebagai sarana memuaskan hawa nafsu kedagingan kita. Ingatlah selalu bahwa kita adalah Bait Allah, sebagai orang Kristen kita adalah buku yang terbuka. Kalau kita percaya bahwa kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, mulailah hidup seperti itu. Hiduplah sebagaimana kita ingin orang lain melihat gambaran Allah yang kita sembah di dalam hidup keseharian kita, sehingga nama-Nya dipermuliakan dan kita tidak menjadi ciptaan yang sia-sia. [CK]

P1: Sudahkah anda menjadikan tubuh anda sebagai Bait Allah yang hidup?

P2: Apa komitmen anda untuk hidup sebagai Bait Allah?