You are currently viewing WANG DESHUN
  • Post category:Artikel

WANG DESHUN

“Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Timotius 4:8)

Di saat semua lansia menghabiskan sisa hidupnya di kampung atau panti jompo, tidak demikian dengan Wang Deshun. Pria paruh baya ini justru menjadi model di usia 79 tahun. Fakta dia sudah tua mungkin benar, namun di usia 50 tahun, Wang malah bertekad untuk memulai latihan gym. Meski begitu, Wang tidak pernah berhenti belajar hal baru. Di usia 65 tahun, dia belajar berkuda. Lima tahun setelahnya, Wang menyedot perhatian media massa karena tampil sebagai model. Sejak itu nama Wang Deshun terus dikenal masyarakat dunia. Puncaknya pada Maret 2015, di China Fashion Week, pria berambut abu-abu ini memamerkan otot perut dan ketampanannya di atas catwalk. Sulit untuk tidak mengaguminya. Lebih sulit lagi percaya kalau dia saat itu telah berusia 80 tahun.

Sahabat NK, kisah inspiratif di atas akan membuat orang yang menyukai olahraga berkata bahwa betapa pentingnya berolahraga. Berbanding terbalik dengan seorang yang lebih mementingkan urusan rohani, mereka akan berkata bahwa yang penting adalah ibadah (latihan rohani) dengan Tuhan. Latihan badani yang mendatangkan kesehatan bagi tubuh akan dinikmati oleh pribadi yang melakukannya. Tubuh yang sehat juga akan menyebabkan kita dapat melayani Tuhan dengan baik.

Sahabat NK, adalah baik jika semua orang memiliki pemahaman bahwa segala sesuatu menjadi maksimal dan berguna saat semua berjalan dalam keseimbangan. Yang menjadi perenungan kita adalah prioritas mana yang akan dicapai? Orang percaya sewajarnya memilih memperhatikan apa kata Firman Tuhan lebih daripada apa kata orang pada umumnya. Firman Tuhan mengajar bahwa latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. Oleh karena itu, baiklah kita memprioritaskan ibadah (latihan rohani) lebih dari latihan badani. Memprioritaskan bukan berarti meninggalkan atau melupakan. Jadi jagalah keseimbangan antara keduanya, tanpa melupakan prioritas sesungguhnya Kiranya Tuhan memberikan hikmat bagi kita untuk melakukan apa yang disukai Tuhan lebih daripada apa yang kita sukai. Pikirkanlah itu . [WR]

Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)

P1 : Apa yang menjadi prioritas kita ? latihan badani atau ibadah ?

P2 : Langkah apa yang kita lakukan agar melakukan apa yang disukai Tuhan lebih daripada apa yang kita sukai?

Bacaan : 1 Samuel 29-31