You are currently viewing MENGIMANI DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN
  • Post category:Artikel

“Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26)

Suatu hari ada seorang pemuda bernama Denish dibaptis di sebuah gereja. Setelah dibaptis Denish menjalani kehidupannya seperti biasa. Lalu seorang teman bertanya padanya, “Bagaimana hidupmu setelah dibaptis?”

Denish menjawab, “Ya, seperti biasa tidak ada yang berubah.”

Benar saja ternyata hidup Denish setelah dibaptis tidak ada perubahan. Denish tetap sering terlambat datang sekolah, dia masih sering tidak mengerjakan tanggung jawabnya, dan juga Denish tidak pernah membaca Alkitab di dalam hidupnya. Teman Denish bingung untuk apa Denis dibaptis di gereja, dan bertanya, “Lalu apa fungsi dari baptisan tersebut?”

Denish menjawab, “Untuk mendapatkan status sebagai orang Kristen, dan berfungsi untuk administratif ketika akan menikah nanti.”

Tetapi ada seorang bernama Robert, yang belum pernah datang ke gereja, karena lahir dalam keluarga yang non-Kristen. Suatu hari Robert, di dalam doa dalam kepercayaannya bertemu dengan Tuhan Yesus. Dan Robert penasaran dengan siapa Yesus, dia mencari tahu di internet, dan mencoba membeli alkitab. Robert sejak itu mengalami perubahan hidup yang signifikan  dan dirasakan oleh seluruh keluarganya. Robert menjadi orang yang bertanggung jawab, penuh kasih, hormat pada orang tuanya, dan mendapatkan Nilai yang baik di sekolahnya.

Robert, walau belum dibaptis, sudah percaya dan mengenal Yesus. Itu semua dibuktikan dari perubahan hidup yang terjadi dalam hidupnya, dan itu sudah diklarifikasi oleh orang-orang terdekatnya, yaitu keluarganya.

Dari kisah ini, dapatkah anda menentukan siapakah orang Kristen, yaitu pengikut Kristus sejati? Denish atau Robert? Di satu sisi Robert belum dibaptis, tetapi Denish dibaptis tanpa ada buah pertobatan.

Tentu kita dapat melihat bahwa iman itu pasti nyata dalam satu tindakan dan perubahan hidup. Orang percaya tidak dapat menyatakan sudah percaya Yesus dan menerima anugerah keselamatan, jika tidak ditemukan buah pertobatan yang ada dalam hidupnya dan sudah dirasakan oleh orang-orang terdekatnya. Hari ini mari renungkan kehidupan diri kita pribadi, sudahkah ada buah pertobatan? [CH]

P1:  Apakah anda sudah memiliki buah pertobatan yang pernah di konfirmasi oleh orang terdekat?

P2:  Jika ada, apakah hari ini anda masih menjadi orang yang demikian? Atau buah pertobatan sudah luntur dan hilang dalam kehidupan anda? Apakah anda ingin menjadi orang percaya yang semakin serupa Kristus?