You are currently viewing Bethel Peduli dan Tagana Indonesia Unsur Rajawali Sinode GBI Turun Lapangan Pasca Gempa Flores, NTT
  • Post category:Berita

FLORES – Sinode GBI melalui Bethel Peduli Departemen Pelmas, Jakarta dan Tagana Indonesia Unsur Rajawali telah turun lapangan pasca bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur yang mengguncang wilayah tersebut dengan magnitude 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu.

Untuk itu, Bethel Peduli dan Tagana melakukan penanganan bencana berupa pelayanan kesehatan, pemberian sembako, dan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada anak-anak. Tim ini terdiri atas Pdt. Didimus Fingkreu selaku Kepala Biro Pelmas DPM BPP GBI, Tim Medis (dr. Sumayadi dan Lasma Sulastri), dan Tim LDP (Rosmauli Saragih dan Rainy). Mereka tiba di lokasi gempa pada Kamis (20/8) dan masih merasakan goncangan gempa susulan sebanyak 4 kali. 

‎Menurut Pdt. Didimus, dalam penanganan bencana tersebut Bethel Peduli bekerja sama dengan BPW GBI Flores Barat (Pdt. Yunus Timu), GBI ROCK Ruteng, Yayasan COC dan SOAR. Bantuan yang diberikan berupa Sembako (beras, mie instan, biskuit, minyak goreng, gula, sabun). Juga pemeriksaan kesehatan serta Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada anak-anak di Posko. Tiga kabupaten yang terdampak bencana yaitu, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat.

Bantuan di Lamba Leda Utara, Manggarai Timur

‎Posko bantuan dibuka di Lamba Leda Utara, Manggarai Timur karena daerah ini terdampak goncangan berat, terdapat 11 desa dengan total 11.578 pengungsi. Tim melakukan koordinasi dengan Camat setempat, Agus Supratman dalam melaksanakan pelayanan masyarakat di Desa Golo Mangung, Golo Wontong dan Satar Padut.

‎Diketahui, jarak antar dusun atau kampung ke ibukota kecamatan di Lamba Leda ini sangat bervariasi antara 3 hingga 30 km dengan letak geografis perbukitan. Tampak masyarakat sangat antusias dengan kehadiran Bethel Peduli yang hadir memperhatikan kondisi masyarakat dengan kasih. 

Bantuan di Desa Cumbi, Ruteng

Tim Bethel Peduli memberikan bantuan di Desa Cumi, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT yang terdampak gempa pada Sabtu (15/8). Gempa menyebabkan kerusakan bangunan dan fasilitas umum lainnya sehingga warga tidur di tenda-tenda karena rumah mereka dalam kondisi tidak aman, mengalami retak dan rusak. ‎Pelayanan kesehatan dibantu dr. Septina Yosephine, Sp. DVE bertugas di RSUD Ruteng dan Puskesmas, Bidan setempat. 

‎Masyarakat berterima kasih atas perhatian yang diberikan melalui pelayanan kesehatan, LDP dan memberkati kebutuhan sembako kepada masyarakat. 

Bantuan di Desa Bangka Kenda, Wae Rii, Manggarai

Penanganan bencana di Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, yang juga terdampak parah akibat gempa bumi  serta rentetan gempa susulan. Bencana ini menyebabkan banyak rumah warga roboh dan rusak berat, membuat warga tinggal di tenda darurat depan rumah atau di Posko pengungsian. ‎Antusias anak-anak dengan kegiatan LDP dengan mengajak mereka bermain bersama, merangkul mereka dengan perhatian, dapat mengurangi kesedihan akibat bencana. 

Pelayanan Kesehatan (Pelkes)

Pelayanan kesehatan (Pelkes) bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores NTT. Pelkes khusus diberikan di Kabupaten Manggarai Timur yaitu Lamba Leda Utara, Desa Cumbi, Kenda, Aimere dan Bajawa selama 5 hari (20-23 Agustus 2026).

Tercatat per 23 Agustus 2026 Departemen Pelmas dan Tagana telah melakukan pelayanan kesehatan kepada 1.188 masyarakat yang terdampak bencana, antara lain: (1) Desa Lamba Leda Utara, sejumlah 130 orang pada Kamis (20/8); (2) Desa Cumbi, sejumlah 220 orang dan Desa Kenda sejumlah 60 orang pada Jumat (21/8); (3) Desa Aimere, sejumlah 58 orang dan Bajawa sejumlah 63 orang pada Sabtu (22/8); (4) Desa Nagarawe, sejumlah 530 pasien pada Minggu (23/8); (5) Desa Mbay Nagekeo, sejumlah 127 pasien pada Senin (24/8).  Juga diberikan layanan psikososial kepada 250 anak.

Bantuan Tahap I Bethel Peduli

Bantuan diberikan melalui tahap I di daerah pesisir yang terdampak gempa sangat dirasakan masyarakat, rumah-rumah hancur, fasilitas umum rusak berat. Masyakat tinggal di Posko pengungsian namun ada juga yang tinggal di depan rumah dengan membuat tenda sementara.

Diketahui, GBI yang terdampak terdapat 5 gereja sedangkan yang lebih banyak terdampak adalah Gereja Katolik. Kebutuhan Masyarakat saat ini meliputi selimut, alas tempat tidur di tenda dan pelayanan kesehatan karena kondisi masyarakat saat ini lebih banyak mengalami ISPA. (deb/ls).